BARAH dan Koalisi Rakyat Siap Turun Aksi, Bela Alimusu La Damili Pertahankan Tanah 6,5 Hektar dari Aktivitas Korporasi

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan – Badan Advokasi Rakyat Halmahera (BARAH) bersama sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam koalisi solidaritas rakyat menggelar konsolidasi untuk mempersiapkan aksi sosial sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Alimusu La Damili, warga yang saat ini tengah mempertahankan hak atas tanah dan ruang hidupnya seluas 6,5 hektar yang diduga telah masuk dalam aktivitas korporasi di wilayah tersebut.

Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan kekuatan masyarakat sipil dalam mengawal persoalan yang dialami Alimusu La Damili. Dalam pertemuan itu, BARAH menegaskan bahwa persoalan tanah seluas 6,5 hektar yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga Alimusu La Damili harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Menurut koalisi masyarakat, tanah tersebut telah lama dikelola oleh keluarga Alimusu La Damili sebagai lahan kebun yang menjadi sumber ekonomi dan penopang kehidupan mereka sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun belakangan muncul persoalan setelah lahan tersebut diduga masuk dalam wilayah aktivitas perusahaan.

Koalisi masyarakat juga menyoroti keterlibatan PT Termegah Bangun Persada, yang merupakan bagian dari PT Harita Group, dalam polemik lahan yang saat ini dipersoalkan masyarakat.
BARAH menegaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap aktivitasnya tidak merugikan masyarakat yang telah lama mengelola tanah tersebut.

Selain itu, koalisi juga menyoroti peran Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroah, yang disebut dalam berbagai keluhan masyarakat terkait persoalan tanah yang sedang terjadi.

BARAH meminta agar pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai status tanah yang saat ini dipermasalahkan, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Tanah seluas 6,5 hektar ini bukan sekadar lahan biasa, tetapi merupakan sumber kehidupan keluarga Pak Alimusu La Damili yang selama ini menggantungkan hidup dari kebun tersebut. Karena itu kami dari BARAH bersama koalisi akan terus mengawal persoalan ini sampai ada penyelesaian yang adil,” tegas salah satu perwakilan koalisi dalam konsolidasi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan aktivis menyatakan komitmennya untuk bersama-sama mengawal perjuangan masyarakat dalam mempertahankan hak atas tanah dan ruang hidup mereka.

Baca Juga:  Keluarga Besar SMA Alkhairaat Labuha Siap Menyambut Ramadan

Koalisi juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat mereka akan menggelar aksi sosial dan solidaritas masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap Alimusu La Damili serta untuk menyuarakan aspirasi rakyat terkait persoalan tanah yang sedang terjadi.

Aksi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong perhatian pemerintah daerah agar turun tangan secara serius dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi antara masyarakat dan pihak perusahaan.

BARAH bersama koalisi masyarakat sipil juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mengawal perjuangan mempertahankan ruang hidup, agar tidak ada lagi warga yang kehilangan tanah dan sumber penghidupannya tanpa kejelasan.

Bagi masyarakat, mempertahankan tanah bukan hanya soal kepemilikan lahan, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga, keberlanjutan kehidupan, serta keadilan bagi rakyat kecil yang selama ini hidup dari tanah dan alamnya sendiri.

Tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elevasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahlilan Malam ke-7 Munir Somadayo Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
Demi Terang Bersama: Partisipasi Warga Kasiruta dalam Pembangunan Tiang Listrik PLN
Arkipus Kore Maju Calon Kepala Desa Fritu, Tokoh Adat Halteng Siap Bangun Desa dari Akar Rumput
Muklas Adam, S.PI Desak Satgas PKH Selidiki Dugaan Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan di Desa Wayaloar Obi, Soroti Aktivitas PT Telaga Bakti Persada
Gerhana Bulan, Fenomena Alam yang Terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan
Kultum Ramadan Pererat Nilai Keimanan di Madrasah Aliyah Alkhairaat Labuha
Keluarga Besar SMA Alkhairaat Labuha Siap Menyambut Ramadan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 12:21 WIB

Tahlilan Malam ke-7 Munir Somadayo Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:40 WIB

Demi Terang Bersama: Partisipasi Warga Kasiruta dalam Pembangunan Tiang Listrik PLN

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:49 WIB

Arkipus Kore Maju Calon Kepala Desa Fritu, Tokoh Adat Halteng Siap Bangun Desa dari Akar Rumput

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:37 WIB

BARAH dan Koalisi Rakyat Siap Turun Aksi, Bela Alimusu La Damili Pertahankan Tanah 6,5 Hektar dari Aktivitas Korporasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Bulan, Fenomena Alam yang Terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan

Berita Terbaru

Halmahera Selatan

Tahlilan Malam ke-7 Munir Somadayo Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Rabu, 1 Apr 2026 - 12:21 WIB