HALMAHERA TENGAH – Di tengah memuncaknya euforia menyambut Piala Dunia 2026, sebuah suara lantang muncul dari Kabupaten Halmahera Tengah. Pemuda Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, secara resmi mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak melaksanakan kegiatan pawai atau konvoi kendaraan di wilayah desa tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan, keamanan, dan kesehatan warga lokal yang membutuhkan suasana tenang di masa perayaan olahraga dunia tersebut.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (21/6/2026), Pemuda Desa Lukulamo menjelaskan bahwa larangan ini bukan bermaksud meredam semangat sportifitas, melainkan didasari oleh kondisi nyata demografi dan kebutuhan warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Desa Lukulamo merupakan tempat tinggal bagi banyak kelompok rentan yang sangat sensitif terhadap kebisingan dan keramaian berlebih. Anak-anak kecil yang membutuhkan lingkungan kondusif untuk belajar dan beristirahat, warga lanjut usia dengan kondisi fisik yang menurun, serta pasien yang sedang dalam masa pemulihan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pertimbangan ini.
“Kebisingan, keramaian, maupun lalu lintas kendaraan yang padat dan berisik dapat mengganggu proses penyembuhan mereka serta ketenangan hidup sehari-hari,” bunyi pernyataan tersebut.
Perwakilan Pemuda Desa Lukulamo menekankan pentingnya keseimbangan antara ekspresi kegembiraan dan rasa hormat terhadap sesama. Mereka mengapresiasi antusiasme para pencinta sepak bola, namun mengingatkan bahwa kebahagiaan kolektif tidak boleh dibangun di atas ketidaknyamanan orang lain.
“Kami sangat memahami dan menghargai semangat saudara-saudara semua sebagai penggemar sepak bola dalam menyambut Piala Dunia 2026. Namun, kami ingin mengingatkan bahwa kegembiraan itu tidak boleh didapatkan dengan mengorbankan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan sesama warga yang tinggal di Desa Lukulamo,” ujar perwakilan pemuda setempat.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk merayakan dukungan terhadap tim kesayangan dengan cara yang lebih bijak, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Menurut mereka, esensi dari semangat kebersamaan dalam sepak bola seharusnya mempererat tali silaturahmi, bukan menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Himbauan ini ditujukan khusus kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para suporter sepak bola di wilayah Kecamatan Weda Tengah dan sekitarnya yang berencana menggelar konvoi atau pawai selama turnamen berlangsung.
Pemuda Desa Lukulamo menyerukan tiga poin utama untuk dipatuhi:
1. Tidak ada pelaksanaan pawai di wilayah Desa Lukulamo.
2. Tidak ada konvoi kendaraan yang melintasi rute desa.
3. Tidak ada keramaian berlebih yang mengganggu ketenangan lingkungan.
“Besar harapan kami, pesan ini dapat dipahami dan dijalankan dengan penuh kesadaran, sehingga Desa Lukulamo tetap menjadi tempat yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warganya,” tutup pernyataan tersebut.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan tercipta harmoni sosial di mana euforia global Piala Dunia 2026 dapat dirayakan tanpa mengurangi hak dasar warga lokal untuk hidup tenang dan sehat.
(Diman)













