Halmahera Selatan – Peristiwa perkelahian yang melibatkan sejumlah warga dan pemuda di Desa Sum, Kecamatan Obi Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Insiden yang disebut telah terjadi berulang kali itu memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, konflik antar kelompok pemuda di desa tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga mengaku resah karena hingga kini belum terlihat adanya penyelesaian yang mampu menghentikan rangkaian perkelahian yang terus berulang.
“Bukan hanya anak muda yang terlibat, tetapi ada juga orang dewasa yang disebut-sebut ikut terseret dalam konflik tersebut,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif bagi warga.
Sejumlah warga berharap pemerintah Desa Sum bersama aparat terkait dapat segera mengambil langkah mediasi dan penyelesaian agar konflik tidak semakin meluas. Mereka menilai pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari dampak yang lebih besar, terutama terhadap generasi muda.
Selain itu, masyarakat juga meminta perhatian dari pihak Kecamatan Obi Timur serta aparat keamanan untuk turun tangan melakukan pembinaan dan pengawasan guna mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sum terkait peristiwa tersebut. Media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Warga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai demi terciptanya situasi yang aman dan harmonis di Desa Sum.














