WAYAUA — Nilai gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya di Desa Wayaua. Puluhan warga bersatu dalam aksi sosial bertajuk “kerja kelapa”, mengolah hasil kebun secara kolektif selama 1 hari 1 malam demi menggalang dana pembangunan Masjid Ainul Yaqin.
Kegiatan yang berlangsung selama 24 jam penuh ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan masih menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat desa. Tanpa mengandalkan bantuan besar dari luar, warga memilih memaksimalkan potensi alam yang mereka miliki—kelapa—untuk diolah menjadi kopra bernilai jual.
Sejak matahari terbit hingga berganti malam, suasana kebun dan lokasi pengolahan dipenuhi aktivitas tanpa henti. Warga membagi peran secara terorganisir, mulai dari membersihkan lahan, memanen kelapa, hingga proses akhir pengasapan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pemuda terlihat lincah memanjat pohon kelapa untuk memetik buah yang matang. Sementara itu, kelompok lainnya mengumpulkan, membelah, hingga mencungkil daging kelapa dari tempurung. Proses kemudian dilanjutkan dengan pengasapan atau “fufu kelapa” yang berlangsung semalaman agar menghasilkan kopra berkualitas siap jual.
“Ini bukan hanya soal mencari dana, tapi bentuk kecintaan kami terhadap masjid. Kami ingin Masjid Ainul Yaqin segera selesai dan bisa digunakan dengan nyaman oleh seluruh masyarakat,” ujar salah satu warga di sela kegiatan.
Tak sekadar menghasilkan dana, kegiatan ini juga membawa dampak sosial yang kuat. Tua-muda, laki-laki dan perempuan, semua terlibat tanpa sekat. Canda, tawa, dan semangat kebersamaan menyatu dalam setiap tahapan kerja, mempererat hubungan antarwarga yang selama ini telah terjalin erat.
Panitia pembangunan Masjid Ainul Yaqin menyampaikan apresiasi atas partisipasi luar biasa masyarakat. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan kopra dinilai cukup signifikan untuk membantu percepatan pembangunan.
Lebih dari itu, semangat kolektif ini menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah hambatan selama ada kemauan dan persatuan. Warga Wayaua berharap, masjid yang sedang dibangun ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang membawa keberkahan bagi seluruh desa.
Aksi “
” ini pun menjadi inspirasi—bahwa dengan kebersamaan, masyarakat mampu menciptakan solusi mandiri demi masa depan yang lebih baik.
penulis: Rahman Mahmud













