Apa Kabar Masa Depan Kami? Potret Kehilangan Akreditasi di SD Negeri 173 Halmahera Selatan

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

HALSEL – Di tengah sunyi kehidupan pendidikan di pelosok Halmahera Selatan, muncul kegelisahan yang perlahan menjadi pembicaraan masyarakat: tentang masa depan pendidikan di SD Negeri 173 Halmahera Selatan, khususnya terkait status akreditasi yang menjadi tolak ukur mutu sebuah sekolah.

Akreditasi bukan sekadar label administratif. Ia adalah simbol pengakuan atas kualitas pendidikan, kelayakan sarana, kompetensi tenaga pendidik, dan keberlangsungan proses belajar yang sehat bagi peserta didik. Ketika kabar tentang penurunan, ketidakjelasan, atau bahkan hilangnya status akreditasi itu beredar di tengah masyarakat, yang muncul bukan hanya kekhawatiran—tetapi juga pertanyaan besar tentang masa depan anak-anak mereka.

Di lingkungan sekolah, aktivitas belajar masih berlangsung seperti biasa. Anak-anak tetap duduk di bangku kelas, mendengarkan guru yang berusaha menjelaskan pelajaran dengan segala keterbatasan yang ada. Namun di balik rutinitas itu, terselip beban yang tidak selalu terlihat: rasa cemas akan kualitas pendidikan yang mereka terima, dan apakah itu cukup untuk membawa mereka bersaing di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang tua mulai mempertanyakan banyak hal. Mereka khawatir bahwa jika status akreditasi benar-benar menurun atau tidak lagi memenuhi standar, maka dampaknya akan lebih jauh dari sekadar administrasi. Ini menyentuh peluang pendidikan lanjutan, kepercayaan publik, hingga masa depan anak-anak yang mereka titipkan setiap pagi di sekolah tersebut.

Guru-guru yang mengabdi di sekolah ini berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, mereka tetap berusaha menjaga proses pembelajaran agar berjalan sebagaimana mestinya. Di sisi lain, mereka juga menjadi saksi bagaimana keterbatasan fasilitas, dukungan, dan sistem dapat mempengaruhi penilaian terhadap mutu pendidikan di sekolah mereka. Meski demikian, semangat untuk tetap mengajar tidak sepenuhnya padam.

Masyarakat sekitar berharap ada kejelasan dan perhatian lebih dari pihak terkait. Mereka tidak ingin sekolah ini sekadar menjadi bangunan yang berjalan tanpa arah, tetapi kembali menjadi tempat yang layak, bermartabat, dan diakui kualitasnya. Karena bagi mereka, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga simbol harapan.

Di tengah segala ketidakpastian itu, satu hal tetap bertahan: keinginan anak-anak untuk belajar. Mereka mungkin belum memahami sepenuhnya arti akreditasi atau kebijakan pendidikan, tetapi mereka merasakan dampaknya dalam keseharian dalam semangat guru, dalam fasilitas belajar, dan dalam suasana sekolah yang mereka temui setiap hari.

Kini, pertanyaan itu kembali terdengar lebih berat dari sebelumnya: apa kabar masa depan kami?

Sebuah pertanyaan yang tidak hanya menggambarkan kondisi satu sekolah, tetapi juga menjadi cermin bagi perhatian kita terhadap pendidikan di daerah-daerah yang jauh dari sorotan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elevasimedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HMI Komisariat Al-Jufri Cabang Bacan Sosialisasikan HMI di Akbid Nusantara Jaya Halsel, Dorong Mahasiswa Berkontribusi untuk Daerah
BIDANG ADVOKASI IPMI MENDESAK POLRES HALMAHERA SELATAN DAN POLDA MALUKU UTARA TURUT MENYOROTI PENANGANAN DUGAAN PEMALANGAN JALAN DAN PENGEROYOKAN DI DESA NONDANG
Desakan Banjir, Pemdes Loleojaya Keruk Saluran Air di Tiga Titik
Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa
Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa
Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMA Negeri 7 Halsel Dorong Generasi Beriman, Berakhlak dan Bertanggung Jawab
Sempat Tunda Kuliah Karena Keterbatasan Biaya, Silfani Abubakar Akhirnya Wisuda Tepat 8 Semester dengan Nilai Tertinggi Kedua
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 05:22 WIB

HMI Komisariat Al-Jufri Cabang Bacan Sosialisasikan HMI di Akbid Nusantara Jaya Halsel, Dorong Mahasiswa Berkontribusi untuk Daerah

Senin, 28 September 2026 - 03:13 WIB

BIDANG ADVOKASI IPMI MENDESAK POLRES HALMAHERA SELATAN DAN POLDA MALUKU UTARA TURUT MENYOROTI PENANGANAN DUGAAN PEMALANGAN JALAN DAN PENGEROYOKAN DI DESA NONDANG

Minggu, 13 September 2026 - 05:40 WIB

Desakan Banjir, Pemdes Loleojaya Keruk Saluran Air di Tiga Titik

Rabu, 9 September 2026 - 10:40 WIB

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa

Rabu, 9 September 2026 - 09:41 WIB

Warga Loleomekar Desak Bupati dan DPRD Halsel Lanjutkan Jalan Lapen hingga ke Desa

Berita Terbaru

Halmahera Selatan

Desakan Banjir, Pemdes Loleojaya Keruk Saluran Air di Tiga Titik

Minggu, 13 Sep 2026 - 05:40 WIB

Uncategorized

Minggu, 13 Sep 2026 - 04:45 WIB